Selasa, 31 Januari 2012

Minyak Akankah Terus melonjak?


Sudah saatnya buat Anda untuk mengetahui bagaimana manfaatkan resiko kenaikan harga minyak mentah dunia ini. Faktanya memang mulai menjadi momok bagi sebagaian besar orang bila harga minyak mentah dunia terus melonjak. Wacana untuk pembatasan subsidi premium akibat membengkaknya anggaran subsidi BBM di tahun 2011 juga menjadi kian panas. Bagaimana tidak, geliat ekonomi Indonesia bisa dipastikan akan alami perlambatan akibat naiknya ongkos produksi pabrikan, belum lagi bagi masyarakat menengah kebawah menghadapi kemungkinan kenaikan harga BBM tersebut, satu hal yang pasti adalah laju inflasi Indonesia yang akan semakin cepat.  

Bahkan dengan resiko kenaikan ataupun penurunan harga minyak mentah duniapun. Anda tetap mempunyai peluang untuk ambil keuntungan. Tetapi mari kita lihat beberapa fakta mengapa dunia tengah mewaspadai perkembangan harga minyak dunia sekarang ini. Resiko terhangat sekarang adalah dengan sanksi embargo distribusi minyak terhadap Iran oleh Uni Eropa yang kian memuncakkan ketegangan dengan negara penghasil minyak tersebut. Ancaman serta eksalasi poltik dan militer memang semakin menguat seiring dengan kecurigaan negara barat akan program nuklir rahasia yang dimiliki oleh Iran. Iran menekankan program nuklirnya hanya untuk memproduksi energi sipil namun Barat mencurigai Teheran sedang berencana untuk membuat senjata nuklir. 
Ancaman terhadap penutupan selat Hormuz juga semakin memperkeruh suasana di negara penghasil emas hitam tersebut. Bahkan beberapa hari yang lalu, kapal induk US Abraham Lincoln baru saja melewati selat tersebut sebagai pertanda unjuk kekutaan dari Negara barat. Bila selat tersebut terus ditutup maka sanksi embargo impor minyak Iran oleh negara-negara Barat secara tidak langsung akan berpengaruh terhadap impor minyak Indonesia dari Timur Tengah. Pengiriman minyak mentah dari Timur Tengah akan hadapi kendala besar yang akan akibatkan penurunan tingkat cadangan minyak mentah Indonesia. Faktanya, Iran adalah produsen minyak terbesar kedua setelah Arab Saudi di antara 12 negara anggota OPEC dengan kapasitas produksi sekitar 3,5 juta barrel per hari. 
Di lain pihak, China menunjukkan pertumbuhan permintaan minyak China yang kuat. Peningkatan optimisme pertumbuhan ekonomi dunia tersebut akan tingkatkan permintaan minyak mentah dunia, yang semakin perbesar peluang lonjakan harga minyak tersebut. 
Sebetulnya minyak Mentah dunia mempunyai kemiripan dengan komoditas yang terkenal lainnya, yaitu Emas Dunia. Minyak mentah juga sangat dipengaruhi oleh faktor supply dan demand. Dalam beberapa hari di bulan ketiga January 2011 ini, minyak mentah dunia bergerak di level $95 - $104 per barrel. Seiring dengan resiko memanasnya suhu politik di Iran tersebut, maka akan sangat besar kemungkinan minyak diproyeksikan bisa melambung tinggi, menembus level $115 per barel. Jangan Anda heran bilamana minyak mentah akan terus melonjak dekati harga tertingginya di $147 per barel.
 
Dimanakah kesempatan Anda? 
Apakah Anda tahu bahwa peluang bertransaksi minyak mentah ini akan menjadi tren tersendiri selain tren transaksi Emas berjangka dunia? Dengan lakukan transaksi minyak mentah berjangka misalnya, Anda tetap terbuka peluang ambil keuntungan transaksi dalam kondisi Minyak turun harga maupun naik. Anda bisa menjadi orang yang malah mampu manfaatkan peluang di tengah resiko kenaikan harga minyak mentah dunia. Inilah yang memberikan ketertarikan tersendiri dalam lakukan transaksi berjangka. Bahkan Anda tidak perlu menyediakan kapal tanker ataupun dana bermilyar-milyar rupiah untuk lakukan jual-beli minyak mentah tersebut. Dengan sistem transaksi menggunakan margin akan memberikan keleluasaan yang begitu luas bagi rencana transaksi Anda demi naikkan kekayaan melalui transaksi Emas hitam dunia ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar