Senin, 09 Januari 2012

Manfaatkan “January Effect” di Indeks Saham


2012 telah dimulai, banyak yang harapan atau resolusi baru di tahun 2012 ini. Bagi pelaku pasar yang bergerak di dunia perdagangan berjangka, khususnya yang sering bertransaksi di indeks saham momen awal tahun atau setiap bulan januari banyak ditunggu untuk ikut memanfaatkan fenomena yang lebih dikenal dengan “January Effect”. 
“January Effect” yaitu suatu fenomena dimana harga-harga saham mayoritas mengalami kenaikan pada bulan Januari. Kenaikan tersebut diduga karena adanya peningkatan pembelian oleh para investor yang telah melakukan penjualan saham pada Desember dalam rangka mengurangi pajak atau merealisasikan capital gain (aksi ambil untung). 
Penelitian mengenai January Effect pertama kali dilakukan oleh Donald B Keim pada 1983 terhadap indeks Dow Jones dan indeks S&P500. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa selama periode penelitian terjadi kenaikan harga saham secara keseluruhan pada bulan Januari di kedua indeks tersebut.

Fenomena January Effect secara statistik dijelaskan terjadi karena adanya pola yang berulang hampir setiap awal tahun. Alhasil, banyak investor memanfaatkan pola tersebut untuk menyusun strategi dalam mendulang keuntungan di bursa saham. 
Meski fenomena Januari Effect ini memiliki pola yang sama hampir setiap awal tahun, namun setiap investor juga harus tetap berhati-hati dalam melakukan transaksi karena tidak bisa dipastikan kapan akan mulai atau berakhirnya fenomena ini. 
Hal yang cukup bijak dilakukan oleh setiap investor dalam setiap transaksinya yaitu tetap dengan melakukan analisa-analisa baik secara fundamental maupun secara teknikal. Terlebih ditengah-tengah situasi perekonomian global saat ini yang masih tidak menentu karena penyelesaian krisis di Eropa yang belum mendapatkan hasil yang memuaskan. 
Selain itu hal yang juga harus diperhatikan yaitu kaitannya dengan resiko yang akan dihadapi karena bagaimanapun juga resiko tersebut akan selalu muncul dari setiap transaksi yang kita lakukan. Yang perlu dihindari adalah jangan sampai karena kepercayaan kita terhadap fenomena Januari Effect ini membuat transaksi yang dilakukan hanya didasarkan emosi saja tanpa pertimbangan lain atau tanpa adanya suatu perencanaan transaksi yang benar. 
Dengan diketahuinya pola yang terjadi di bursa saham ini, Anda dapat menerapkan strategi market timing (pasar momentum) dalam setiap keputusan transaksi, sehingga mendapatkan return optimal disamping tetap berpegang dengan aturan “minimize your loss, let’s your profit run” (pembatasan kerugian dan pemaksimalan keuntungan)  

Kapan saat tepat beli dan jual? 
Untuk memperkirakan pergerakan Emas serta indeks saham misalnya, kita harus jeli melihat bagaimana pola naik turunnya harga. Begitu pula dengan analisa teknikal yang membutuhkan grafik sebagai satu-satunya sumber data untuk menganalisis perilaku pasar dan menghasilkan perkiraan kemana harga akan bergerak selanjutnya. 
Bagaimana kombinasi antara analisa fundamental dan teknikal menentukan transaksi Anda akan menjadi bersistem dengan memperhitungkan entry & exit point (beli dan jual) yang tepat. Untuk menentukan pola analisa teknikal yang tepat itu tidak perlu rumit dan kompleks. Less is more adalah sebuah moto yang bisa diterapkan dalam pemilihan analisa. Happy Trading… Semoga Untung !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar